Bisnis Syariah Sekuler

Bisnis Syariah Sekuler

Dewasa ini Bisnis Syariah sekuler kian diminati oleh kalangan pebisnis sekuler. Bahkan Negara yang Sekuler ini konon menduduki posisi ke empat dunia dalam menjalankan Bank Syariah dalam bingkai sekulerisme. Anehnya Walaupun mulut sampai berbusa memuji keunggulan Bank Syariah, kalangan perbangkan Sekuler masih enggan melepaskan Bank Konfensionalnya.

Mungkin anda heran membaca judul tulisan saya, tapi menurut saya itu adalah kata yang pas untuk menjelaskan Bisnis Syariah yang dijalankan oleh orang sekuler. Lalu apakah transaksi dalam Bisnis Syariah sekuler syah? Jawabanya ada dua. Ada yang syah dan ada yang tidak.

Bisnis Syariah Sekuler akan Syah jika tidak ada unsur yang menyalahi ketentuan syara dalam bertransaksi. Misalnya Riba, walaupun namanya Bisnis Syariah, namun kalo ada unsur riba di dalamnya tetap tidak syah menurut syariah.

What is Riba? apakah Riba itu? Mudah saja jawabannya “Riba adalah Kelebihan dari pokok dalam Transaksi”. Baik ada akad sebelum transaksi atau tidak, yang namanya kelebihan dari pokok dalam transaksi adalah Riba.

Fakta membuktikan bahwa Bisnis Syariah Sekuler yang dijalankan perbankan memberikan atau mengambil kelebihan bukan dari bagi hasil. Tapi dari pokoknya. Ya kalo hasilnya yang dibagikan rumit? perlu pembukuan, kepercayaan dll… konon demikian alasannya.

Bisnis Syariah Sekuler

Posted in shariah business | Tagged , , | Leave a comment

Mengenali Khasiat Istimewa Kopi Luwak

Kopi Luwak

Khasiat Kopi Luwak bukan lah sebuah cerita belaka, Biji Kopi hasil pencernaan dan fermentasi dari hewan luwak ini memiliki beberapa khasiat Istimewa yang berbeda dari kopi yang lainnya. Proses fermentasi dan pencernaan dari hewan luwak lah yang memberikan peranan besar terhadap cita rasa dan aroma kopi luwak ini.

Enzim-enzim dari hewan luwak akan membuat cita rasa dan aroma yang di keluarkan kopi luwak terasa berbeda. Hal ini membuat kopi luwak tetap menjadi yang nomor 1 di hati para penikmat kopi di seluruh dunia. Bahkan akhir akhir ini kopi luwak sudah di kembangkan menjadi kopi luwak robusta dan kopi luwak arabica.

Khasiat istimewa kopi luwak yang paling menonjol adalah dapat menimbulkan penyakit syaraf pada otak. Kadar anti oksidan yang terkandung pada kopi luwak ini tergolong tinggi, sehingga kopi ini mampu untuk menghambat perusakan sel syaraf pada otak, serta kadar kafein  yang ada dalam kopi luwak juga dapat menghambat peradangan pada otak manusia.

Selain kesehatan sel syaraf pada otak, unsur kafein yang terkandung dalam kopi luwak dapat menjadi anti bakteri di mulut dan gigi kita, sehingga kopi ini dapat menurunkan resiko kerusakan gigi pada manusia. Pada wanita, kopi luwak juga berfungsi sebagai pencegah kanker lebih lanjut. Dimana pada masa menopause wanita lebih memiliki kecenderungan terkena kanker payudara, dan kopi luwak ini dapat menghambat kanker payudara tersebut ke stadium lebih lanjut.

Kopi Luwak

Posted in Makanan dan Minuma | Tagged , | Leave a comment

Bagaimana Cara Membeli Emas | Best Review

Emas

Bagaimana Cara Membeli Emas | Best Review.

Bagaimana Cara Membeli Emas

Sebelum anda memutuskan untuk membeli emas sebagai investasi, sebaiknya anda perlu perhatikan beberapa hal berikut:

1. Bandingkan harga secara online maupun offline. Biasanya pedagang emas mencari untung sekitar 10ribu-15ribu dari harga saat ini. Bisa check harga di http://logammulia.com/gold-bar-id
2. Beli emas dalam pecahan kecil contohnya 5 gram, 10 gram, 20 gram atau 50 gram. Sehingga memudahkan Anda dalam bertransaksi.
3. Jika anda ingin beli PT. Logam Mulia atau pegadaian, sebaiknya anda telpon dulu untuk menanyakan stok dan biaya keseluruhan.
4. Usahakan pada emas tertera logo Logam Mulia dan sertifikat. Kalau tidak ada cukup surat dari toko yang bersangkutan mengenai emas yang Anda beli, seperti karat dan jumlah gramnya.
Sertifikat Emas Asli

5. Jika anda memiliki toko langganan, Anda bisa bertransaksi lewat telepon dan barang dikirim ke rumah Anda.
6. Simpan bukti pembelian dan bukti keaslian emas
7. Biaya Produksi. Biaya produksi yang dikenakan berkisar antara Rp 33.500,- sampai dengan Rp 102.000,-/keping emas

 

Emas

Posted in Emas, Investasi, Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Mengapa Investasi emas?

Investasi Emas

Emas adalah salah satu sarana investasi yang bisa dikatakan relatif aman. Harga emas memiliki kecendrungan untuk naik dari tahun ke tahun. Sifat emas yang memiliki harga hampir selalu naik inilah yang menyebabkan emas menjadi lebih diminati untuk disimpan ketimbang uang tunai.
sebetulnya banyak orang sudah menyadari bahwa emas adalah sarana investasi jangka panjang yang mampu menyelamatkan kekayaan kita dari ancaman inflasi. Banyak orang melakukan investasi emas dengan membeli perhiasan emas. Hal itu bukanlah sesuatu yang slah tetapi keuntungan yang didapat akan lebih kecil dibandingkan jika kita melakukan investasi emas batangan.
Ketika mendengar emas batangan yang ada dalam benak orang adalah uang milyaran rupiah. jangan salah, saya menyarankan investasi emas dalam bentuk batangan karena itu memang bisa dilakukan oleh hapir semua orang.
Untuk membeli emas batangan bisa dimulai dengan membeli emas batangan dlam bentuk satuan yang terkecil, yaitu 1 gram. Emas batangan yang diproduksi oleh PT. Aneka Tambang terdiri ari berbagai jenis satuan.
Kita bebas membeli emas batangan pada satuan yang mana saja sesuai dengan kemampuan keuangan kita.
kita bisa membeli emas batangan tersebut melalui toko emas yang ada di sekitar kita. biasanya mereka memiliki stok emas batangan yang diproduksi oleh PT. Aneka tambang

Investasi emas

Investasi Emas

Posted in Emas, Investasi | Tagged , , , | Leave a comment

Jasa SEO Murah

Jasa SEO Murah

Jasa SEO Murah: Jasa SEO Murah: Jadi perlu saya tekankan di sini bahwa SEO saja tidak cukup. Anda harus punya judul yang bagus dan sales page yang memikat. Jika peringkat website anda di mesin pencari hanya masuk 5 besar, tapi anda punya judul artikel dan konten yang memikat, anda masih berpeluang merebut penjualan. jadi sekarang buatlah sales page dengan judul yang memukau dan gunakan Jasa SEO Murah, saya yakin tidak perlu lama bagi anda untuk sukses di bisnis online.

Posted in shariah business | Tagged | Leave a comment

Sulsel Punya Tambang Emas Terbesar di Dunia

Tambang Emas

Sulawesi Selatan merupakan provinsi yang memiliki tambang emas
terbesar di dunia yang hingga saat ini belum dieksplorasi. Padahal potensi
ini
memberi kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan bagi
masyarakat.

Bahkan, kata ahli geologi dunia asal Malaysia, Datu Azis
Chemor, pada ekspose “Peluang Tambang Emas Sulsel” di ruang Rapim kantor
Gubernur Sulsel, di Makassar, Senin. Dalam peta pertambangan dunia, Sulsel
merupakan sentra jalur emas di dunia.

Ekspose potensi tambang emas Sulsel
yang menjanjikan kehidupan masyarakat yang lebih baik di masa mendatang
dihadiri
Gubernur Syahrul Yasin Limpo, Wagub Agus Arifin Nu’mang, Bupati dan Wakil
Bupati
daerah tersebut.

Potensi tambang emas Sulsel tersebar di sejumlah
kabupaten, yakni Luwu, Luwu Utara, Palopo, Luwu Timur, Tanatoraja, Pangkep,
Barru, Bone, Jeneponto, Takalar, Gowa, Maros, Selayar dan Wajo, perlu dijaga
dan
diawasi supaya dapat diolah menjadi industri yang menjanjikan kehidupan yang

layak bagi warga di daerah itu.

Hanya saja, lanjutnya, untuk pemanfaatan
dan pengelolaan sumber daya alam ini menjadi emas maka harus dibangun
industrinya yang investasinya cukup besar, termasuk desain lokasinya, survey

lapangan, studi kelayakannya dan lainnya.

Menurut Datu Azis yang
didampingi Edward Brennan, ahli pertambangan asal Australia, kandungan emas
yang
tersimpan di perut bumi sedalam lebih kurang 200 meter banyak ditemukan
dalam
kawasan hutan lindung di daerah kabupaten tersebut sehingga jika akan
dikelola
bisa berbenturan dengan instansi yang menangani kehutanan.

Bank Dunia
takut mendanai tambang emas sebab banyak risikonya,” ujarnya seraya
menambahkan,
sudah banyak investor asing melirik potensi ini untuk diolah menjadi
industri
emas.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta para bupati dan anggota
muspida kabupaten/kota menjaga tambang emas yang banyak dijumpai di daerah
ini
supaya orang-orang tidak masuk ke area kawasan hutan lindung yang banyak
menyimpan emas.

Tambang Emas

Posted in Emas | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Cemaran Merkury mencapai 130 kali lipat di Lokasi tambang Emas Bombana

Tambang Emas

Dimana ada gula, pasti ada semut. Ibarat gula dan semut, pendulang dan emas
adalah pengandaian yang tepat bagi para pencari logam mulia di wilayah
kabupaten Bombana menggerubuti lahan-lahan yang dulunya sepi, tak
berpenghuni. Tak sejengkal tanahpun yang mereka langkahi. Ada emas atau
tidak sama semakali, tanah jadi target galian. “Untuk dapat emas, ya harus
menggali, walau belum tentu tanah itu mengandung emas” kata Sucipto,
pendulang asal Tasikmalaya-Jawa Barat.

Tambang emas Bombana di temukan pada pertengahan 2008. Saat itu, ribuan
penambang dari pulau Sulawesi dan luar pulau Sulawesi, seperti Jawa,
Kalimantan, dan Papua menyemut di Bombana.

Kegiatan tambang rakyat ini dinilai legal setelah Pemerintah kabupaten
Bombana mengeluarkan SK Bupati No.10 tahun 2008 tentang kewajiban penambang
membayar kartu dulang sebesar Rp 250.000 per orang. Data terakhir
menunjukkan, 60 ribu kartu dulang telah dikeluarkan oleh Pemerintah yang
artinya lima belas miliar uang telah masuk ke kas Pemerintah Bombana.

Seakan merujuk pada kemampuan daerahnya menghasilkan emas, pada saat yang
sama, pemerintah kabupaten mengeluarkan 13 izin Kuasa Pertambangan dan dua
diantaranya telah beroperasi yakni PT. Panca Logam dan PT Tiram Indonesia.
PT Panca Logam mengantongi izin oleh Bupati Bombana untuk mengolah 2100 ha
di lahan eks HTI Barito pasifik dan masuk dalam masuk dalam SP (satuan
Pemukiman) 8 dan 9. Mereka inilah yang bekerja tumpang tindih dengan
pengelolaan tambang rakyat. Pertanyaannya ; apakah semua usaha Pemerintah
ini membawa berkah bagi rakyat atau justru bencana? Mari kita telaah
aspek-aspek di bawah ini.

Bentang Alam Rusak Parah

Dampak langsung dari kegiatan pertambangan adalah kerusakan ekologis, berupa
pengurangai debet air sungai dan tanah. Eksplorasi tambang dimulai dari
pembukaan hutan,pengupasan lapisan tanah dan gerusan tanah pada kedalaman
tertentu. Saat itu tata air mengalami perubahan dan membuka peluang
terjadinya sedimentasi, banjir dan longsor. Di Bombana, sungai dan
cabang-cabang sungai yang sebelumnya menjadi sumber air bagi warga tak lagi
memiliki bentuk. Pengelolaan tambang telah merusak bentang sungai,
meninggalkan lubang-lubang ‘tikus’ dengan kedalaman 5-10 meter. Kekhawatiran
terbesar adalah bahwa sebagian besar deposit emas Bombana berada pada jalur
sungai dan cabang-cabangnya.

Dampak terbesar kini mulai dirasakan para petani yang sawah-sawahnya
memperoleh air dari Sungai Langkowala. Warga di 15 desa (untuk dua kecamatan
yakni Lantarijaya dan Rarowatu Utara) menyaksikan berkurangnya air yang
mengairi sawah dan tambak mereka. Bagaimana mungkin ini terjadi dalam
sekejab? Produksi hasil sawah menurun drastis. Hanya 400 hektar sawah yang
kini berproduksi dan 500 hektar lainnya menganggur karena kekeringan dan
perginya para petani ke lokasi tambang.

Saat air mengalir dengan lancar, rata-rata petani bisa memperoleh 5-6 ton
gabah per sekali panen, kini yang terjadi adalah seluruh petani kehilangan
2500 ton gabah dalam panen terakhir ini. Anda akan menyaksikan petani yang
berdiri termangu menatap sawah mereka yang berjarak 2 kilomenter dari sungai
Langkowala.

Kekhawatiran paling mendasar adalah ; pertambangan emas di Bombana secara
bertahap memiskinkan warga. Keuntungan hanya bisa diperoleh pada tahap awal
tambang itu dikelola, lalu berubah jadi kerugian menakutkan saat kerusakan
alam tak lagi terbendung.

Ancaman lainnya adalah gangguan kesehatan yang berasal dari limbah tailing,
menyerupai bubur kental yang berasal dari proses pengerusan bebatuan dan
tanah-saat hendak membersihkan emas. Meski dinyatakan terlarang dan secara
tegas Pemerintah mengatakan tak ada penggunaan merkuri, tapi bukti
menunjukkan zat kimia berbahaya tersebut bercampur dalam ‘bubur’ tanah
tersebut.

Banyak penelitian menunjukkan, tailing hasil penambangan emas mengandung
salah satu atau lebih bahan berbahaya beracun seperti; Arsen (As), Kadmium
(Cd), Timbal (pb), Merkuri (Hg) Sianida (Cn) dan lainnya. Logam-logam yang
berada dalam tailing sebagian adalah logam berat yang masuk dalam kategori
limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Limbah-limbah tersebut terurai
melalui sungai ataupun tanah.

Mengacaukan Struktur Sosial Budaya dan Konflik Agraria

Hasil investigasi Dewan Daerah Walhi Sultra, Sus Yanti Kamil bulan juni
lalu, mengungkap salah satu bentuk keburukan praktek tambang. Yakni,
mengacaukan struktur sosial dan budaya masyarakat. Bila dulunya warga
terutama petani memiliki alat produksi berupa tanah dan hak menentukan jenis
komoditi pertaniannya, kini mereka tak punya hak bekerja, karena terikat
pada kebijakan perusahaan.

Begitupun dalam aspek budaya, masuknya berbagai masyarakat dari segala
penjuru mengakibatkan terjadinya perubahan budaya lokal dengan sangat cepat,
prostitusipun kerap terjadi. Apakah salah bila struktur sosial berubah? Tak
salah, namun berbagai ketimpangan sosial akan terjadi bila perubahan terjadi
dalam tempo singkat dan warga tak cukup siap mengantisipasinya.

Selain itu, walhi juga mengungkapkan bahwa konflik tanah antara pemegang
izin usaha pertambangan dan masyarakat kerap terjadi sebagai akibat dari
penguasaan kawasan pertambangan yang berada di tanah yang diklaim warga
sebagai tanah mereka atau tanah warisan nenek moyang mereka.

Begitupun yang terjadi di kawasan pertambangan emas Bombana, konflik tanah
antara masyarakat dan perusahaan tidak dapat terhindarkan. Keberpihakan
Negara pun sangat jelas. Satu orang warga telah ditahan dengan tuduhan
melanggar UU 41 tentang kehutanan. Namun disisi lain pemerintah justru
memberikan izin usaha pertambangan kepada investor di kawasan yang sama.
Dampak dari penguasaan sumber daya tambang emas Bombana oleh kaum pemodal,
juga telah melahirkan kekerasan terhadap rakyat. Praktek militerisme akan
digunakan untuk memperkuat kekuasaan atas sumber daya alam tersebut.

Tambang emas Bombana di temukan pada pertengahan 2008, pada saat itu pula
ribuan penambang dari pulau Sulawesi dan luar pulau Sulawesi, seperti Jawa,
Kalimantan, dan Papua menyemut di Bombana. Kegiatan tambang rakyat ini
dinilai legal setelah Pemerintah kabupaten Bombana mengeluarkan SK Bupati
No.10 tahun 2008 tentang kewajiban penambang membayar kartu dulang sebesar
Rp 250.000 per orang. Data terakhir menunjukkan, 60 ribu kartu dulang telah
dikeluarkan oleh Pemerintah yang artinya lima belas miliar uang telah masuk
ke kas Pemerintah Bombana.

Namun, hal aneh yang kemudian muncul adalah kas pemkab. Bombana kosong.
“saya ragu,bulan ini kami tidak akan gajian,” kata Fahyadi, staf sekretariat
DPRD Bombana.
Ribuan Hektar Sawah Gagal Panen

Adanya lokasi pertambangan emas di Bombana, tak semerta-merta bisa
meningkatkan penghasilan masyarakat lokal di daerah itu. Sejak tahun 2008
silam, dampak dari aktivitas pendulangan emas di kecamatan Rarowatu Utara
dan Lantari Jaya mulai menggeser mata pencaharian warga setempat.
Sekitar 3000 hektar padi sawah di dua kecamatan itu mengalami gagal panen,
alias puso.

Penyebabnya tak lain, suplai air untuk irigasi tak ada lagi. Malpinas,
Kepala Desa Langkowala, kecamatan Lantari Jaya mengatakan, tahun 2007 lalu,
hasil panen di desanya masih mencapai 6,5 ton per hektar. “tapi tahun ini,
petani tak punya hasil panen sama sekali,” kata Malpinas. Penyebabnya
adalah, aliran irigasi terputus karena banyak badan sungai yang jadi sumber
irigasi sawah terputus oleh kubungan lumpur akibat galian pendulang emas.
“bahkan ada badan sungai yang sengaja ditutup oleh penambang,” terangnya.

Jarak desa Langkowala dengan lokasi pendulangan emas di kecamatan berkisar
tiga kilometer. Kebanyakan penambang beraktivitas di pinggiran sungai, yang
alirannya untuk irigasi sawah di dua kecamatan, Lantari Jaya dan Rarowatu
Utara. Melihat jarak yang dekat ini, bisa disimpulkan seberapa parahnya
dampak kerusakan alam yang akan dirasakan oleh warga setempat.

900 Hektar Tambak Terancam pula

Nasib baik masih bisa dirasakan oleh petani tambak desa Tunas Baru,
kecamatan Rarowatu Utara. 101 Kepala Keluarga (KK) di desa itu adalah petani
tambak ikan Bandeng dan Udang. Desa ini adalah lokasi terakhir yang akan
lama lagi merasakan dampak dari aktivitas tambang di kecamatan itu.
“Saat ini pemilik tambak masih bisa panen minimal 500 kilogram perhektar,
tiap kali panen,” kata Baharuddin Loba, Kepala Desa Tunas Baru .

Dia memperkirakan, paling lama dua tahun mendatang tambak milik warganya itu
tak bisa panen sama sekali. Menurutnya, aktivitas penambang yang saat ini
banyak menggunakan bahan kimia turut mempengaruhi kualitas air di tambak
mereka. “mereka sudah menggunakan air raksa,” katanya. Jika terjadi hujan
yang deras, sudah pasti bahan kimia itu akan larut denga banjir dan
limpasannya akan tertampung di lahan sawah dan tambak-tambak milik
warga.”kalau sudah demikian, siapa yang akan menanggung kerugian petani,”
tanyanya.

Penambang rakyat itu tak mungkin bisa dimintai pertamnggungjawabannya
terhadapat kerusakan alam di daerah hulu sana, lanjut Baharuddin Loba. Desa
Langkowala dan Tunas Baru, hanya sebagian kecil potret buruk dampak
pertambangan emas. Masih ada desa Aneka Marga, Marga Jaya, Wumbubangka,
Tembe, Hukaeya, Watumentade dan Lantowua. Dengan cepat, semua desa itu akan
segera merasakan susahnya memperoleh air bersih.

Menurut Achmad Nompa, Kepala Kecamatan Rarowatu Utara, suplai air untuk
kecamantan Rarowatu Utara dan Lantari Jaya berasal dari sungai Lausu,
hulunya berada dalam kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Kemudian
mengalir ke sungai watu-watu dan sungai langkowala. Air tersebut di tampung
dalam bendungan Langkowala, kemudian dialirkan ke saluran irigasi milik
warga di dua kecamatan itu. Bahkan banyak warga menggunakannya untuk
kebutuhan air bersih.

Namun, sejak adanya aktivitas pertambangan di daerah tengah, SP 6,7,8 dan 9,
suplai air irigasi jadi terputus. Lebih parah lagi, ada beberapa Badan
sungai yang sengaja di tutup untuk membendung airnya. Salah satunya adalah
aliran sungai Lausu di perbatasan SP 8 dan SP 9. lokasi ini milik PT. Panca
Logam.

PT. Panca Logam Sendiri memiliki konsensi seluas 1200 hektar. Sekitar 400
hektar adalah lahan Areal Penggunaan Lain (APL), selebihnya adalah masuk
dalam kawasan hutan produksi, eks Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. Barito
Pasifik. Dengan izin Kuasa Pertambangan Eksplorasi dar Bupati Bombana,
Atikurahman. Namun, hasil pantauan Walhi-Sultra, perusahaan itu sudah
melakukan kegiatan ekspoitasi dan pengangkutan.

Praktek pertambangan di bombana mencerminkan buruknya pengelolaan aset
daerah. Mestinya, yang menjadi fokus pemerintah daerah adalah bagaimana
menjamin keberlangsungan sektor-sektor pencaharian warga yang sudah digeluti
sejak dulu. Hal ini menyangkut keadilan warga untuk mengakses sumberdaya.
(Abdul Saban)

Tambang Emas

Posted in Emas | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Saatnya Kembali Ke Uang Emas

Uang Emas

HTI-Press. Krisis keuangan global yang terjadi kini
merupakan fenomena yang menjadi pusat perhatian dunia, tidak saja bagi pemikir
ekonomi mikro dan makro, tetapi juga bagi para elite politik dan para pengusaha.

Dalam sejarah ekonomi,
ternyata krisis sering terjadi di mana-mana melanda hampir semua negara yang
menerapkan sistem kapitalisme. Krisis demi krisis ekonomi terus berulang tiada
henti, sejak tahun 1923, 1930, 1940, 1970, 1980, 1990, dan 1998 – 2001 bahkan
sampai saat ini krisis semakin mengkhawatirkan dengan munculnya krisis finansial
di Amerika Serikat.

Roy Davies dan Glyn
Davies, 1996 dalam buku The History of Money From Ancient time oi Present
Day, menguraikan sejarah kronologi secara komprehensif. dimana sepanjang
abad 20 telah terjadi lebih 20 kali krisis besar yang melanda banyak negara.
Fakta ini menunjukkan bahwa secara rata-rata, setiap 5 tahun terjadi krisis
keuangan hebat yang mengakibatkan penderitaan bagi ratusan juta umat manusia.

Krisis ini pun
berimbas pada dolar yang kemudian membuat gonjang-ganjing keuangan banyak Negara
di dunia.  Uang, dalam perekonomian mempunyai arti sangat penting.
Ketidakadilan alat ukur itu, karena instabilitas nilai tukar, akan mengakibatkan
perekonomian suatu bangsa bahkan dunia, tidak berjalan pada titik keseimbangan.
Akibatnya, akan semakin sulit merealisasikan keadilan ekonomi dan kesejahteraan
rakyat. Inilah yang menimpa sistem uang kertas yang kita anut saat ini.

Uang kertas yang pada
dasarnya hanya berupa kertas, ternyata tidak memiliki nilai intrinsik yang
murni. Akibatnya, fluktuasi nilai tukarnya terus terjadi. Baik karena gangguan
sektor riil seperti korupsi dan bencana alam, maupun gangguan sektor moneter
yang berpeluang menciptakan sistem ribawi.

Potret ketimpangan
ekonomi yang melanda negara-negara dunia ketiga akibat penerimaan mereka
terhadap sistem mata uang kertas (fiat money)  menjadi bukti nyata akan hal itu.
Fiat money adalah penggunaan mata uang berbasis kertas yang diterbitkan
pemerintah suatu negara tanpa disokong logam mulia (emas dan perak).

Penggunaan fiat money
baru dikenal pada abad 20 ini. Penandanya, saat sistem Bretton Woods ambruk pada
1944. Emas yang selama ribuan tahun menjadi standar mata uang (classical gold
standard) diganti dengan sistem kurs mengambang (flexible excange rate) yang
sama sekali tak lagi bersandar pada emas. Dunia kemudian hanya mengenal satu
mata uang kertas yang mendominasi perdagangan dan menjadi pilihan mengisi
cadangan devisa oleh berbagai negara, yaitu dolar AS.

Perombakan sistem moneter standar emas dunia adalah hasil
rekayasa Kapitalisme dalam rumusan Imperialisme Moneter melalui IMF dan Bank
Dunia dengan metode hutang luar negeri, sistem moneter bukan standar emas,
inflasi dengan sistem bank sentral, selisih kurs dan bunga melalui mekanisme
pasar bebas. Dengan fluktuasi yang sedikit saja, maka hancurlah sitem keuangan
dunia. Lebih lebih votalitas kurs ini bisa dipermainkan oleh beberapa orang/
lembaga saja di dunia ini.

Penggunaan uang kertas
sebagai alat transaksi moneter internasional itu telah membuka ruang bagi
munculnya penjajahan baru dan salah satu biang ketidakadilan moneter di dunia.
Melalui mata uang kertas, sebuah negara dapat menjajah, menguasai, bahkan
melucuti kekayaan negara lain. Negara yang memiliki nilai mata uang kertas lebih
kuat menekan negara lain yang mata uang kertasnya lebih lemah.

Contoh nyata
penjajahan melalui mata uang itu terlihat dalam penggunaan uang kertas dolar
Amerika Serikat (AS) yang diterima oleh 60 persen penduduk bumi. Inilah ironi
terbesar dunia saat ini.  Dolar yang terdistribusi secara luas menempatkan AS
pada tempat istimewa. Melalui dolar–mata uang yang tak berbasis pada emas itu–AS
mengeksploitasi, memajaki warga dunia dengan mengalihkan beban inflasi yang
ditanggungnya pada seluruh pemakai dolar di seantero dunia. Negara-negara ketiga
didera krisis ekonomi berkepanjangan lantaran harus membayar inflasi yang
ditimbulkan oleh penggunaan uang kertas tersebut.

Bukan itu saja.
Ketidakadilan juga tersimak saat negara-negara ketiga menyerahkan pelbagai
komoditas mereka seperti minyak, kayu dan kekayaan alam lainnya sementara AS
cukup menukar semua komoditas itu dengan uang kertas yang bisa dicetaknya kapan
saja.   Sepanjang dolar tetap dipakai dalam pelbagai transaksi moneter
internasional, ketimpangan moneter dan krisis ekonomi akan terus melanda
negara-negara ketiga.

Dalam sejarah, mata
uang emas terbukti diterima sebagai alat moneter universal. Ribuan tahun lamanya
masyarakat dunia dari pelbagai peradaban memilih mata uang ini sebagai alat
tukar dalam aneka praktik keuangan. Selama ribuan tahun pula, perdagangan dunia
menganut konsep bimetalisme, kebijakan moneter berbasis emas dan perak. Imperium
Romawi menggunakan denarius, mata uang berupa koin emas bergambar Hercules
bersama dua putranya, Herculyanoos dan Qustantine. Di Cina dikenal qian, mata
uang yang juga berbasis logam.

Jika kita mau terbebas
dari ketidakadilan moneter dan krisis ekonomi tersebut, maka kenapa tidak
melirik mata uang emas dan perak.  Sistem uang emas dan perak punya beberapa
keunggulan.

Pertama, uang
emas sudah dibuktikan sejak zaman Nabi Muhamad saw sebagai alat tukar yang punya
nilai intrinsik murni. Nabi pernah mengutus sahabatnya membeli seekor kambing
dengan harga satu dinar. Hari ini, 1500 tahun kemudian, sekeping dinar tetap
bisa dapat seekor kambing. Jadi, nilainya tetap. Begitu juga dirham. Satu dirham
dari dulu sampai sekarang kira-kira dapat seekor ayam kecil, sedangkan ayam
besar dua dirham. Jadi, emas dan perak adalah penyimpan nilai yang tetap dan
dijamin oleh dirinya sendiri.

Kedua, jika
emas dan perak berlaku sebagai mata uang maka ia akan menjadi mata uang
universal yang menjadi milik semua negara. Karena emas dan perak diterima oleh
semua negara. Ketiga, sebagai mata uang universal ia tidak memiliki
masalah kurs. Sehingga, harga 1 dinar di Amerika Serikat sama dengan harga 1
dinar di Indonesia. Tidak seperti sekarang, $ 1 US tiba-tiba 9000 kali lipat
rupiah, dan ini tiap kali bisa dimainkan.

Keempat, jika
kita menetapkan dinar dan dirham sebagai mata uang, berarti kita telah bersikap
adil. Karena, begitu kita bertransaksi dengan dinar berarti kita telah melakukan
tukar menukar harta dengan harta lain yang nilainya sepadan. Misalnya, kita
menjual hasil hutan berupa kayu, kita akan mendapatkan emas dalam bentuk dinar.
Kelebihan lainnya, jika kita mempunyai cadangan emas yang banyak, kita tidak
mudah diguncang berbagai krisis.  Tidak seperti saat ini. Kita mengekspor
minyak, kayu, elektronik, dan lainnya hanya untuk ditukar dengan kertas yang
nggak ada apa-apanya. Hanya kertas dengan angka-angka yang dipaksakan oleh hukum
dan politik negara untuk mempercayainya.

Uang Emas

Posted in Emas | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sekeping Talenta Emas

Emas

Lelaki berjanggut panjang keperakan itu memang memancarkan kewibawaan yang
besar. Ia tampak duduk tenang dengan mata terpejam. Tangan kirinya terlihat
menggenggam sebuah tongkat kayu bersisik berwarna coklat kehitaman.
Dihadapan lelaki berjubah putih itu, sekumpulan orang-orang yang membentuk
setengah lingkaran, duduk berkeliling. Mereka semua tampak menundukkan
kepala.

Azarya, sang guru nan bijaksana, pengajar para raja dan pejabat istana,
kembali mengumpulkan murid-muridnya. Tetapi tidak seperti hari-hari yang
lain, dimana mereka biasa berkumpul di pinggir sungai, bukit atau pelataran
istana. Hari ini mereka berkumpul dekat sebuah kandang ternak. Tidak ada
seorang pun yang tahu rencana hati Azarya. Diantara lenguhan dan bau ternak,
guru dan murid itu, terdiam dengan penuh hikmat.

Perlahan-lahan sang guru mengangkat tangannya. Satu keping talenta emas
tampak di terjepit diantara ibu jari dan telunjuk beliau. Benda itu terlihat
semakin berkilau ditimpa cahaya matahari. Para murid bergumam tidak
mengerti.

“Anak-anak ku”, sang guru pun mulai bersabda, “Siapakah dari antara kalian
yang menginginkan benda ini, jika saja aku mau memberikannya ?”.

Kini semua mata memandang kearah ujung jari Azarya. Sekeping talenta emas.
Nilainya setara dengan bayaran seratus hari kerja orang upahan. Sama sekali
bukan jumlah yang sedikit. Serta merta belasan orang dalam kumpulan itu
mengangkat tangannya. “Saya guru.saya guru .!!”, seru mereka.

Sesaat Azarya tersenyum mengelus janggut nya. “Hanya orang yang telah
kehilangan akal sehatnya yang akan menolak pemberian satu keping talenta
emas ini”, lanjut nya sambil menurunkan tangan.

Kemudian tangan kiri Azarya bergerak mengambil sebuah mangkuk kecil
didepannya. Cairan kermizi yang berwarna merah pekat tampak mengisi separuh
mangkuk itu. Perlahan-lahan keping emas itu dicelupkannya ke dalam mangkuk,
hingga beberapa saat.

“Masihkah kalian menginginkan benda ini ?”, tanya Azarya sambil kembali
mengacungkan keping emas yang telah berubah warna itu.

“Tentu, guru !”, jawab para murid serempak.

Azarya memandangi kepingan berwarna merah pekat di tangan nya, tiba-tiba ia
membuang keping emas itu kepermukaan tanah sepelempar batu jauhnya. Beberapa
muridnya terlihat menggeser tempat duduknya menjauh.

“Kau !”, tunjuk sang guru ke arah salah satu muridnya,”Tampillah ke muka”.
Orang yang ditunjuk segera menaati perintah gurunya.

“Ludahi keping emas itu !”, perintah sang guru.

Murid itu tampak ragu, ia memandang bergantian ke arah keping emas itu dan
guru nya memastikan apa yang didengarnya.

“Lakukan apa yang ku perintahkan”, kata Azarya sambil tersenyum.

Segera setelah muridnya meludahi keping emas itu, Azarya kembali bertanya,
“Masihkah kalian menginginkan talenta itu ?”.

“Tentu saja guru”, kembali terdengar jawaban dari arah para murid.

“Jika demikian baiklah, kau bertiga ludahi lagi dan injak-injak keping emas
itu !!”, perintah Azarya.

Ketiga orang itu pun melakukan persis seperti yang gurunya perintahkan.
Sekarang keping emas itu telah berubah rupa. Permukaannya yang tadinya
berkilau kini tak lebih merupakan benda kotor yang sangat menjijikkan.
Azarya berdiri, mengibaskan jubahnya, kemudian berjalan menghampiri keping
emas itu. Sesaat ia memandangi benda itu, kemudian ikut meludahinya.

“Anak-anakku, lihatlah benda yang menjijikkan itu.”, kata Azarya sambil
memandangi wajah-wajah mereka,”Masihkah ada seseorang diantara kalian yang
menginginkannya ?”.

Murid-murid saling berpandangan satu sama lain, beberapa diantara mereka
tampak mengangguk-angguk. “Tentu Guru kami semua masih menginginkannya”,
jawab mereka serempak. Mendengar jawaban para murid, Azarya mengambil sebuah
capit dari kayu. Ia memungut benda itu dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

“Kini dengarkanlah anak-anakku”, sang guru pun bersabda,”kalian dan siapa
pun akan tetap menginginkan keping emas itu, karena apapun keadaan yang mata
kalian lihat, sekeping talenta emas, tetaplah sekeping talenta emas !”

Murid-muridnya terlihat saling berpandangan, sebagian dari mereka tampak
mengangguk-angguk membenarkan perkataan sang guru.

“Serupa dengan keping talenta emas ini”, Azarya melanjutkan,”diri kalian
pun, senista, secacat, sehina apapun, tetaplah mulia dan berharga.
Kemiskinan, kecacatan, keadaan terkeji sekalipun tidaklah sanggup mengubah
nilai seorang manusia. Manusia telah diciptakan demikian mulia !”

Azarya memandangi murid-murid nya lekat-lekat, setelah itu ia berjalan ke
arah kandang ternak yang berada tak jauh dari mereka. Murid-muridnya segera
bangkit, mengikuti guru mereka dari belakang.

“Seperti apa yang ku janjikan kepada kalian.”, kata Azarya sambil
menoleh,”Aku akan memberikan keping talenta emas ini kepada siapa pun yang
mengingingkannya. ”

Mata murid-murid Azarya tampak berbinar.

“Ambilah !”.

Dengan satu gerakan, Azarya melemparkan keping emas itu ke dalam tumpukan
kotoran ternak yang tampak menggunung. Segera saja keping talenta emas itu
membenam tak terlihat.

Belum lagi Azarya menjauh dari tempat itu, murid-muridnya yang berjumlah
belasan itu merangsek masuk ke dalam kandang. Mereka saling mendorong,
berdesakan, saling himpit. Tidak sedikit dari mereka yang terinjak-injak
oleh temannya sendiri Beberapa orang malah terlihat bergulat diantara
kotoran ternak. Yang lain terlihat saling tinju dan saling hantam. Bak
dihajar angin puting beliung, serta merta kandang yang semula aman damai itu
jadi begitu berantakan. Lembu, kambing, domba berlarian keluar. Pagar kayu
dan dinding kandang rusak berat.

Azarya sesaat membiarkan kerusuhan itu terjadi, hingga ia merasa waktunya
cukup.
“Hentikan !”, seru sang guru.

Dan perkelahian itu pun serta merta berhenti.

“Rupanya kalian belum juga mengerti. Barangsiapa bertelinga hendaklah
mendengar ! Camkanlah apa yang ku katakan kepadamu hari ini dan belajarlah
darinya.”

Azarya segera menghampiri murid-muridnya yang berlumuran kotoran hewan.

Sang Khalik, Pencipta kita, mengerti benar betapa berharga diri kita,
manusia-manusia ini. Begitu juga dengan iblis-iblis jahat penghuni
kegelapan, mereka juga tahu persis betapa mulianya kita. Satu-satunya yang
sering tidak mengerti akan tingginya harga itu adalah kita, manusia itu
sendiri. Manusia sering tidak mengetahui betapa mulianya ia dicipta. Bahkan
tidak jarang, karena kebodohannya, manusia menukar kemuliannya dengan
sesuatu yang sama sekali tidak berharga.”

Azarya melemparkanpandangannya kearah tumpukan kotoran hewan didekatnya,
lalu meneruskan perkataannya. “Jadi mulai saat ini, jangan biarkan apapun,
siapapun, bahkan hidup ini, mendustai kalian, dan membuat kalian seolah-olah
sesuatu yang tidak berharga.”

Sang Guru menarik nafas panjang, lalu berteriak lantang, ” Karena kalian
jauh lebih mulia dari ribuan keping telenta emas !!”. (***)

Emas

Posted in Emas | Tagged , , , , , | Leave a comment

Mengapa Harga Emas ?

Harga Emas

Sudah lebih dari sebulan ini harga emas terus bergejolak, berfluktuasi sangat tinggi dengan range terendah di angka US$ 1,623/Ozt sampai sempat menyentuh angka US$ 1,900/Ozt minggu ketiga Agustus 2011 lalu. Saat artikel ini saya tulis harga emas dunia berada di kisaran US$ 1,885/Ozt – angka yang menurut saya sendiri sangat tinggi karena telah mengalami kenaikan lebih dari 51% selama 12 bulan terakhir. Posisi harga saat ini memang sedikit banyak dipengaruhi oleh sentimen sesaat – yaitu karena tingginya angka pengangguran di Amerika Serikat yang di release akhir pekan lalu, bila sentimen ini mereda ada kemungkinan harga emas dunia akan turun kembali dalam jangka pendek. Namun untuk jangka panjangnya – perkiraan saya harga emas memang  akan terus terdorong naik,  mengapa ?
Setidaknya ada 5 (lima) alasan fundamental yang akan  mendorong harga emas jangka panjang (terus) naik, yaitu :
Keterbatasan supply : rata-rata pertumbuhan emas tahunan di seluruh dunia hanya berada di kisaran 2 % pertahun.  Ini sudah merupakan total antara hasil tambang baru dan hasil emas recycles.
Pertumbuhan demand : dua bangsa ‘penggemar’ emas dunia karena emas menjadi bagian dari budaya mereka adalah China dan India, kedua bangsa ini mengalami pertumbuhan ekonomi terbaik dalam dasawarsa terakhir ditambah realita bahwa dua negara tersebut adalah juga dua negara dengan penduduk terbesar nomor 1 dan 2 dunia  - jadi pertumbuhan kebutuhan emas mereka saja sudah akan sulit dipenuhi oleh pertumbuhan supply emas dunia.  Padahal demand baru atas emas bukan hanya datang dari masyarakat China dan India yang semakin makmur , individual dan bahkan korporasi dari seluruh dunia tiba-tiba membutuhkan emas untuk safe haven mereka atas ketidak pastian ekonomi dunia akhir-akhir ini.
Pembelian emas oleh bank-bank sentral  dunia :  Setelah kurang lebih dua dasawarsa bank-bank sentral dunia menjadi net sellers untuk supply emas, sekarang ini mereka menjadi net buyers – artinya lebih banyak yang membeli ketimbang yang menjual. Trend ini nampaknya akan terus berlanjut karena kekuatan ekonomi terbesar kedua dunia (China) – yang bisa menjadi no 1 dalam beberapa tahun kedepan – merasa perlu terus menambah cadangan emasnya.  Cadangan emas mereka yang saat ini berada pada  angka 1,054 ton hanya setara kurang lebih 1.6% reserve-nya,  bandingkan dengan cadangan emas Amerika yang mencapai  8,134 ton atau sekitar 74% dari reserve-nya. Bila China akan terus meningkatkan cadangan emasnya mencapai rata-rata dunia yang  11.6% saja, maka bank sentral  China masih akan butuh tambahan sekitar 6,500 ton emas – suatu jumlah yang akan menyedot habis supply emas dunia dan melambungkan harga ke angka yang tidak terbayangkan !.
Daya beli US Dollar yang terus melemah : Ada ironi yang luar biasa di ekonomi kapitalis dunia saat ini, yaitu negeri dengan penduduk paling kaya dan jumlah cadangan emas terbesar di dunia – ternyata uangnya juga menjadi salah satu yang paling cepat menurun daya belinya di dunia.  Penyebabnya antara lain adalah anggaran belanja mereka yang lebih besar dari pendapatannya , sama dengan kehidupan keluarga – yang kaya belum tentu cukup sebaliknya yang miskin bukan berarti tidak cukup !. Penyebab kedua adalah terkonsentrasinya kekayaan pada segelintir orang membuat ketimpangan di negeri itu akan semakin jauh – yang berarti juga beban pemerintah akan semakin berat, hutang semakin besar dan US Dollar akan terus kehilangan daya belinya. Ketika US Dollar kehilangan daya beli, harga emas dunia yang sampai saat ini dinilai dalam US Dollar tentu saja akan naik.
Nilai tukar Rupiah : Kita yang di Indonesia membeli emas dengan Rupiah akan sangat terpengaruhi oleh nilai tukar Rupiah kita terhadap US Dollar. Rupiah memang menguat ketika US Dollar melemah, namun penguatan Rupiah tidak proporsional terhadap pelemahan US Dollar. Efek penguatan Rupiah pada umumnya lebih kecil dari efek pelemahan daya beli  US Dollar, jadi resultante-nya adalah ketika harga emas melonjak karena US Dollar melemah – harga emas dalam Rupiah ikut melonjak.
Karena lima hal yang bersifat fundamental tersebut diatas tidak mudah berubah oleh sentimen sesaat, maka dampaknya akan lebih bersifat jangka panjang.
Jadi  bila dalam jangka pendek ini harga emas akan turun oleh meredanya sentimen sesaat, bisa jadi  ini kesempatan Anda untuk mulai mengamankan asset kertas Anda ke asset riil yang insyaAllah akan lebih mampu bertahan dalam memenuhi kebutuhan juangka panjang seperti sekolah anak, dana pensiun, biaya kesehatan hari tua dlsb. dlsb.  Wa Allahu A’lam.

Harga Emas

Posted in Emas | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tambang Emas Bombana Kendari SULTRA

Emas

Kejadiannya di awal Ramadhan bulan lalu.
Tersebutlah sebuah Kabupaten bernama Bombana, empat jam perjalanan dari Kota
Kendari.
Seorang penduduk kabupaten kecil ini tiba-tiba jadi OKB, orang kaya baru,
padahal gak keliatan usahanya.
Macam-macam dugaan orang, dari tuduhan miara tuyul, sampe disangka
kedatangan lailatul Qadar.

Usut punya usut, ternyata OKB ini nemu sebuah sungai yang pasirnya
mengandung kadar emas murni. Tahi ite nama sungainya.
Dia gak ngomong ke orang-orang. Keluar rumah pagi, pulangnya sore, ternyata
dia mendulang emas di sungai situ. Emas yang bercampur pasir dibawa pulang,
dimasak sampe lebur, sampe pasirnya misah.
Berhari-hari mendulang, dia udah bisa ngumpul kiloan emas. Catet yah, bukan
gram, tapi kilogram!

Tapi namanya barang kayak gitu gak bisa disembunyiin kali ya. Gatel tu lidah
kalo ga diomongin.

Akhirnya nyebar deh ke penduduk.
Emas di sungai tahi ite pun jadi booming. Berbondong-bondong orang datang ke
situ.
Dari kota Kendari, luar kota, bahkan ada yang dari luar propinsi kayak
Makassar, Ambon sampe Papua dan Jawa yang mutusin hijrah ke Kendari.

Gak berapa lama, setelah sungai Tahi Ite, masyarakat Bombana kembali nemu
sungai ngandung emas, sungai Ububangka namanya. Sungai ini masih terletak di
Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana. Gak gitu jauh dari sungai pertama.
Menurut bupati Bombana, DR H Atikurrahman, Ububangka ini jauh lebih banyak
lagi emasnya.
Pendulangnya pun lebih rame ketimbang di Tahi Ite. Sehari bisa puluhan ribu
orang.

Informasi sementara dari ahli yang dapat dipercaya sebelum uji laboratorium
berikutnya, kadar emas di sungai Tahi ite dan Ububangka itu adalah 197 PPM
(part per million).
Kalo gak salah, itu artinya dalam satu ton pasir dulangan terdapat 197 gram
emas disitu.
Emas Bombana ini kabarnya juga kualitas terbaik di dunia setelah emas Korea.

Gak hanya sungai, batu, sampe akar pohon pun mengandung emas. Bahkan
mencabut rumput di dua sungai ini ditanggung ada emas di bagian akarnya. Dan
menurut Bupati Bombana lagi, setelah diteliti daerahnya ternyata memiliki
deposit emas sebanyak 184.00 ton.
Fyuhh… bayangin aja.

Jadi jangan heran kalo ke Kendari sekarang sepi banget. Jalanan lengang.
Sopir angkot alih profesi jadi pendulang emas. Pekerja bangunan ninggalin
pekerjaannya. Nelayan males melaut, akhirnya ikan jadi mahal.
Tukang ojek pun sombong, gak ada lagi yang mau ngojek.
Yang rame malah usaha jual-beli emas dadakan, di kota jadi menjamur.
Konsumennya pun ngantri.

Kentara banget orang-orang yang baru pulang dari Bombana.
Wajah sumringah, biasanya langsung ke pusat-pusat perbelanjaan, salon permak
muka, atau ke dealer motor, beli motor bahkan mobil baru.

Tapi bukan berarti gak ada resiko loh yah. Sampe hari ini tercatat udah
belasan orang tewas ketimpa tanah.

Akhirnya semingguan belakangan ini pemerintah mulai mutar otak. Pendulangan
udah dibatasi. Para pendulang mesti diregistrasi ulang. Daftar kayak CPNS,
trus dibebankan kartu masuk wilayah pendulangan yang dibeli 250 ribu
per-orang, dan ada tanggal ekspirednya.

Udah bayar kartu, eeh bukannya pendulang berkurang, malah makin banyak.
Berapa sih arti 250 ribu, kalo dibanding sehari mendulang serius (kalo
mujur) bisa dapat sampe 40 gram emas..?

Beydewey. Banyak cerita unik lainnya dibalik penemuan sungai emas ini.
Harga kuali/wajan melonjak, yang kecil sampe 150 ribu rupiah.

Ada temennya temen gw, berkunjung ke rumah tantenya, mau minjem kuali,
alasannya mau dipake kemping ke gunung. Besoknya dia cuma bisa cengengesan
kepergok si pemilik kuali di lokasi pendulangan. Hihihi..

Ada juga yang nyewa truk, trus ngambil tanah sungai itu dibawa pulang ke
rumahnya. Trus ndulang deh dia rumahnya. Lumayan, katanya dapat 30-an gram.
Tapi cara kayak gitu sekarang gak dibolehin lagi ama pemerintah.

Dan yang paling heboh, penemuan Buaya di sungai emas itu.
Buayanya jinak, diem aja waktu ditangkap.
Anehnya, buaya itu sisiknya berwarna emas. Kepalanya berkilauan kayak
dilumuri emas.

Emas

Posted in Emas | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment